Rabu, 03 April 2013

Oven

Oven merupakan alat yang mempunyai ruangan untuk menghangatkan atau memanaskan sesuatu. Suhu atau temperature oven, dapat diatur dengan mudah. Biasanya range temperature oven beroperasi dari suhu 0 C sampai 6
Oven yang digunakan diindustry biasanya suhunya dikontrol dengan menggunakan thermostat atau temperature controller dengan menggunakan thermocouple sebagai alat sensornya.

Untuk menjaga gar suhu ruangan bisa merata, udara didalam oven disirkulasi menggunakan kipas. Type sirkulasi udara dalam oven disesuaikan dengan cara meletakkan benda yang akan dioven.

Ada 3 type sirkulasi udara dalam oven. Pertama, type vertical. Sirkulasi type ini udara ditarik dari bawah keatas.. sirkulasi type ini cocok digunakan untuk benda yang besar dan oven tidak menggunakan rak

Type sirkulasi kedua adalah Horizontal. Sirkulsi Type ini udara dialirkan dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Oven Jenis ini cocok untuk benda-benda kecil yang system hanlingnya menggunakan rak.

Adapun type sirkulasi yang ketiga adalah paduan dari vertical dan horinzontal.

Sumber panas oven dapat menggunakan api dari gas maupun solar dan menggunakan heater dari listrik pengendalian suhu dan perawatan oven dari dengan sumber panas dari api biasanya lebih sulit dilakukan disbanding dengan menggunakan heater listrik. Krena itu untuk oven dengan ruangan yang kecil dan menengah biaasanya industry lebih suka menggunakan heater listrik.

Untuk menjaga agar suhu oven tetap konstan dengan range perubahan suhu yang rendah biasa digunakan SCR . Cara kerja SCR berbeda dengan Contactor. Jika contactor bekerja dengan memutus dan menyambung arus, sedangkan SCR mengecil dan membesarkan arus. Sehingga suhu akan stabil.

Agar proses dalam oven dapat diikuti dari awal sampai selesai, biasanya digunakan Thermorecorder atau Recorder chart yang menggunakan media chart paper atau memory card untuk pencatatannya. Parameter yang bisa dicatat antara lain suhu, waktu, tanggal bulan dan tahun.

PT Alfa Fikrindo Utama mampu mendesaing oven disesuaikan dengan kebutuhan customer. Model oven yang dapat diproduksi, dapat berupa box oven, pit oven atau conveyor oven. Sedangkan ukurannya mulai dari ukuran laboratorium sampai besar, mencapai 11 meter

Selasa, 02 April 2013

Heater

Heater merupakan alat pemanas yang biasanya menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Heater ini banyak dipakai dari perumahan sampai ke industry. Peralatan rumah tangga yang menggunakan heater diantaranya adalah, Magic Com, Coffee Makker, Kompor Listrik, Water Heater, Dispenser dan lain sebagainya.

Adapun heater untuk konsumsi industry diantaranya adalah : Band Heater, Cartridge Heater, Tubular Heater, Infrared Heater Ceramic, Infrared Heater Quartz, Chemical Heater, spiral Heater, dan Element Heater untuk temperature tinggi hingga 1700 C.

PT Alfa Fikrindo Utama, merupakan salah satu industry yang mensuplay kebutuhan heater di banyak perusahaan, mulai dari pabrik sepatu, Plastik, Automotive, Ceramic, Cable, Chemical dan lain sebagai.

Oleh karena kebutuhan heater untuk masing-masing industry berbeda maka PT Alfa Fikrindo Utama, membuat heater disesuaikan dengan kebutuhan Customer.

Karena itu PT Alfa Fikrindo Utama memiliki slogan, WE are not only selling but offer solution. Untuk mewjudkan impian tersebut PT Alfa Fikrindo Utama, mendidik sales nya menjadi master dibidang Heater. Bahkan salah satu petinggi PT Indorama, Perusahaan pemintalan benang terbesar di Indonesia menyebutnya dengan istilah Dokter Heater.

Senin, 01 April 2013

Thermocouple

Thermocouple merupakan sensor pengukur suhu yang biasa dipakai di Industri. Cara kerja thermocouple adalah jika dua logam yang berbeda disambung pada salah satu ujungnya, maka jika sambungan tersebut dipanaskan akan terjadi beda potensial.
Beda potensial yang dihasilkan sebanding dengan panas yang diberikan. Untuk benda benda tertentu, perubahan beda potensial terhadap suhu ini sangat lilier karena itu bisa digunakan sebagai sensor suhu Ada banyak jenis bahan yang dapat digunakan sebagai thermocouple, diantaranya adalah :
Cromel/ alumel, yang biasa disebut dengan thermocouple type K. Range suhu yang dapat diukur dari -50 sampai 1200 C.
Iron/Consatnta, atau orenag sering menyebutnya dengan type J. Range suhunya antara -50 sampai 6 C.
Dua type diatas sering dipakai di industry karena harganya relatip murah. Adapun thermocouple yang biasa digunakan untuk suhu tinggi diatas 1200 C adalah Type S, R dan Type B.
Ketiga type tersebut semuanya terbuat dari bahan yang saya yaitu, Paltinum dan Rodium. Hanya prosentesai platinanya saja yang berbeda beda. Type S kandungan platinaanya 10 %. Sementara type R dan B masing masing adalah 13% dan 30 %. Biasanya thermocouple dihubungankan dengan Thercontroller sebagai display dari suhu yang dibaca. Dalam industry Thermocouple ini dipakai untuk mengontrol suhu heater atau oven dan furnace agar tetap konstan. Untuk konsultasi lebih lanjut tentang thermocouple dapat menghubungi PT Alfa Fikrindo Utama yang telah berpengalaman puluhan tahun.

Sabtu, 30 Maret 2013

Furnace

Furnace adalah tungku pemanas yang biasa dipakai di Perusahaan. ada banyak macam furnace, yang disesuaikan dengan pemakaiannya.
Diantaranya adalah   :
Holding Aluminium Furnace : Furnace yang dipakai untuk menampung aluminium cair agar tetap cari. Furnace ini biasanya dipakai di Perusahaan Casting aluminum. Furnace jenis  ini ada 2 model, yaitu model Pit yang menggunakan Crucible dan model bak atau kotak.
Hardening furnace : Furnace ini dipakai untuk treatment atau pengerasan baja.
ada banyak model Hardening furnace diantaranya model Box, Pit, Bell dan conveyor
Melting aluminium Furnace : Furnace ini berfungsi untuk mencairkan aluminium. modelnya ada dua yaitu Continuous aluminium Furnace dan Tilting aluminum Furncae
Untuk mengontrol suhu Furnace tetap konstan sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi perlu digunakan thermocouple dan Thermontroller atau Temperature Controller
Bagi Perusahaan yang menginginkan suhu Furnace dapat direkam sehingga data bisa disimpan sangat lama dapat ditambahkan Thermo recorder  atau Recorder Temperature yang bisa menggunanakan Chart paper maupun Memory card
Untuk Konsultasi  lebih lanjut bisa hubungi kami PT Alfa Fikrindo Utama..yang telah berpengalaman membuat furnace dan disesuaikan dengan kebutuhan customer

Selasa, 13 Juli 2010

Tip Agar Cartridge heater Tahan Lama



-->
Cartridge heater merupakan heater yang terbuat dari pipa dan terminalnya berada di satu ujung. Biasanya cartridge heater dipakai untuk memanaskan mould atau cetakan. Cara pemakaiannya Cartridge heater dimasukkan dalam lubang.
Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa cartridge heater mudah rusak atau putus.


Cara pembuatannya. Cartride heater yang dibuat secara tradisional atau biasanya dibuat oleh industri rumahan, tidak menggunakan alat press untuk memudahkan transfer panas dari element ke pipa heater. Cartridge jenis ini jika dibuka, bubuknya akan mudah keluar dengan sendirinya. Oleh karena bubuk tidak padat maka panas yang dihasilkan sulit merambat keluar. Dengan demikian panas akan menumpuk didalam heater dan akan terjadi overheat. Akhirnya heater akan putus. System pembuatan cartridge heater dengan cara ini hanya efektip jika surface load nya rendah atau kurang dari 4W/cm2.

Surface load yang terlalu tinggi. Surface load adalah beban watt persatuan luas permukaan heater. Masing-masing jenis heater mempunyai surface load yang berbeda-beda tergantung jenis dan cara penggunaanya. Surface load yang tinggi artinya panas yang dihasilkan heater jauh melebihi kemampuan heater untuk mentransfer panas yang dihasilkan kelingkungannya. Kadang para deisgn mesin disulitkan dengan tempat yang terbatas sementara panas yang dibutuhkan cukup besar. Sehingga mau tidak mau harus menggunakan surface load yang tinggi.

Lubang tempat heater yang kurang presisi. Lubang heater yang cukup longgar akan menghambat transfer panas dari cartridge heater ke benda yang dipanaskan. Mestinnya perambatan panas cartridge heater ke benda yang dipanaskan melalui system konduksi. Tetapi karena lubangnya terlalu besar, system perambatannya menggunakan konveksi dan radiasi. Dengan demikian panas yang dihasilkan cardtridge heater akan menumpuk di heater itu sendiri sehingga heater akan nampak semakin membara. Akhirnya akan terjadi overheat dan menyebabkan heater putus.

Jarak sensor temperature dan heater terlalu jauh. Jika jarak sensor temperature dan heater terlalu jauh maka temperature heater akan jauh lebih tingga dari temperature yang diinginkan. Apalagi jika proses peremabatanya lampat, karena lubangnya terlalu longgar atau benda yang dipanaskan mempunyai daya hantar yang rendah, maka suhu permukaan cartridge heater akan jauh lebih tinggi lagi.

Daerah panas dari cartridge heater semuanya harus masuk tertutup lubang, seperti gambar kiri. Jangan sampai anda memasang cartridge heater seperti gambar di sebelah kanan. Kecuali pada heater anda ada daerah tidak panasnya. Intinya hot zone heater semuanya harus masuk ke dalam lubang.










Setelah kita mengetahui penyebab kerusakan cartridge heater, maka jika cartridge heater anda ingin tahan lama , anda
hendaknya mengusahakan agar penyebab-penyebab diatas harus dihindari atau tidak terjadi di mesin anda. Pakailah cartridge heater yang cara pembuatannya menggunakan mesin press, hindari surface load yang tinggi, buatlah lubang heater yang presisi dan dekatkan sensor dari heater.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 26 Juni 2010

Tip Agar Heater Tahan Lama

Sebagai seorang maintenance mungkin akan merasa pusing jika heater yang dipasang sering putus atau rusak. Agar heater awet atau tahan lama ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

1. Kesesuaian model dan jenis heater. Model dan jenis heater yang akan digunakan harus sesuai dengan aplikasi dari heater yang bersangkutan. utamanya lingkungan yang mengandung chemical maka bahan heater hendaknya juga dipilih yang tahan chemical

2. Surface load. Surface load dapat diartikan sebgaim beban permukaan. artinya heater yasng mempunyai surface load tinggi, maka beban permukaannya juga akan tinggi, sehingga process pertukaran panas dari heater ke lingkungannnya tidak optimal. maka heater lama-lama akan merah dan akhirnya akan membakar dirinya sendiri. Akibatnya heater akan mudah rusak. oleh karena itu pilih atau usahakan surface load heater yang anda pesan rendah.

3. Menggunakan Power Regulator. Biasanya kita menggunakan contactor untuk memutus arus yang mengalir ke Heater. Cara ini akan menimbulkan beberapa kerugian dintaranya adalah :

- sering terjadi over head. Karena sistem kerja kontactor berdasarikan mati- hidup. sehingga panas yang dihasilkan sering berlebihan. Sehingga terjadi overhead. Jika kita menggunakan Power regulator hal ini tidak mungkin terjadi. karena heater hanya menghasilkan panas disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan saja.

- Heater akan mudah rusak. Karena sistem kerja Contactor mati-hidup maka heater akan mengalami sock thermal yang berlebihan sehingga menyebabkan heater mudah putus. Jika anda menggunakan Power Regulator hal ini tidak akan terjadi karena sistem kerja Power regulator mengecil dan membesar sehingga pada kondisi stedy heater akan akan nyala terus namun jauh dibawah 100 %.

- Akan menghemat Listrik. Jika kita menggunakan Power regulator maka anda akan menghemat listrik yang digunakan. Karena cara kerja Power regulator yang hanya mengeluarkan daya sesuai dengan yang dibutuhkan saja.